Akhirnya tanaman lavender saya berhasil sprout juga. Setelah beberapa kali trial and error akhirnya ketemu juga cara yang bekerja untuk saya. Korban seeds yang tidak sprout lumayan juga sih.. sampai 2 ribuan butir, dan baru sukses 2 tanaman.
Beberapa keterangan awal yang mungkin perlu diketahui:
Beberapa keterangan awal yang mungkin perlu diketahui:
- Saya tinggal di Yogyakarta kota, dataran rendah.
- Rumah saya menghadap ke barat, jadi susah untuk dapat sinar matahari pagi.
- saya juga jarang di rumah, jadi semaian saya tinggal di teras, dapat sinar matahari langsung sekitar jam 12 siang sampai sore hari.
- saya semai pas musim penghujan, sering hujan jadi sinar matahari kurang maksimal.
Nah sekarang metode penanaman yang saya lakukan untuk menanam lavender dengan nama ilmiah Lavandula Angustafolia ( Munstead Strain)
- Saya memakai media semai rockwool yang dipotong ukuran 2x2x2.
- Lubangi rockwool sekitar 3mm degan diameter lubang sekitar 3mm.
- Biji saya masukkan, lalu rockwool saya basahi.
- Pembasahan awal2 smpai sprout saya memakai air biasa.
- Rak semai saya taruh di teras rumah, sesekali dibasahi tapi tidak sampai menggenang.
- Seminggu menanti akhirnya sprout juga (dari 10 sprout 3)
- Setelah agak besar (tapi belum ada daun sekunder) iseng2 saya siram media pakai nurtisi hidroponik daun (ppm sekitar 1000-1300) ternyata tanamannya kelihatan response baik sampai numbuh daun sekunder.
- Karena kesibukan jadi jarang cek kelembaban media, 1 lavender wafat.
- Setelah tumbuh daun sekunder lebih dari 5, saya pindahkan ke media tanam sekam bakar : kompos organik 1;1. Lletakkan rockwool begitu saja ke atas media tanam lalu timbun lagi sampai rata permukaan rockwool dan sirami.
- Sekarang sudah seperti yang saya upload gambarnya. kurang lebih umur 2 bulan (kalau tidak salah hitung)





